Bahaya Merokok Bagi Kehamilan

Bahaya Merokok Bagi Kehamilan, Berikut penjelasan dari Dr. Danche Theno,Sp. P tentang bahaya merokok pada ibu hamil dan dampak buruk terhadap janin!.

Bahaya Merokok Bagi Kehamilan

Bila teman Anda atau mungkin Anda sendiri perokok, mari perhatikan sejenak tulisan pada bungkus kemasan rokok. Di sana tertulis: “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”.

Bahaya Merokok Bagi Kehamilan, Kalimat itu mungkin sudah hafal di luar kepala. Akan tetapi, sepertinya sulit sekali untuk memahami makna kata-kata tersebut, bahwa rokok berbahaya bagi tubuh. Tetap saja banyak yang merokok.

Mengapa sulit berhenti merokok ? Hal ini disebabkan oleh nikotin yang merupakan salah satu zat yang terkandung di dalam rokok memiliki fungsi seperti aceticholin dalam tubuh. Alhasil, kadar dopamin dapat naik sehingga menyebabkan meningkatnya rasa nyaman, yang pada tingkat tertentu membuat ketergantungan/kecanduan.

Banyak cara ditempuh untuk mengurangi ketergantungan terhadap rokok. Misalnya, mengganti dengan rokok herbal atau rokok elektrik yang dibuat untuk mengurangi kebiasaan merokok. Ada juga terobosan baru berupa vaksin rokok yang dibuat untuk mengurangi atau membuat antibodi sehingga berfungsi mengurangi kenikmatan dari nikotin. Sayangnya, vaksin ini baru diuji coba pada hewan, belum pada manusia.

Ada banyak pertanyaan terkait Bahaya Merokok Bagi Kehamilan. Misalnya, apakah nikotin atau zat-zat berbahaya dari rokok dapat hilang dari tubuh kita? Seberapa bahaya bila wanita tetap merokok atau terpapar asap rokok saat hamil?

Nah, berikut ulasan lengkap dari sumber kami, Dr. Danche Theno,Sp. P adalah Dokter Spesialis paru RS Pantai Indah Kapuk Tentan Bahaya Merokok Bagi Kehamilan.

T (Sahabat Sehat) : Apa bahaya rokok pada kehamilan ?
J (Dr. Danche Theno) : Terdapat 4000 bahan berbahaya dari sebatang rokok. Bahan-bahan ini menimbulkan arterisklerosis pada pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan dan berkurangnya elastisitas pembuluh darah, terutama di plasenta sehingga menyebabkan asupan oksigen dan nutrisi berkurang. Hal ini berdampak pada pertumbuhan janin yang bisa menyebabkan cacat, bayi lahir prematur, bahkan kematian janin.

SS: Kapan kadar nikotin bisa benar-benar hilang dalam tubuh seseorang dan dia dinyatakan aman untuk hamil tanpa menimbulkan bahaya bagi janin?
DT: Syaratnya harus bebas merokok selama 6 tahun. Nah, dalam jangka waktu 6 tahun tersebut barulah tubuh bebas dari semua zat-zat berbahaya yang bersumber dari asap rokok.

SS : Apa benar anak dari ibu yang merokok saat hamil akan lebih mudah menjadi pecandu rokok kelak saat dewasa?
DT: Benar, karena efek dari nikotin yang masuk ke dalam tubuh janin melalui plasenta. Kelak saat ia dewasa lalu merokok, tubuhnya akan mengingat lagi rangsangan nikotin yang pernah diterimanya saat dalam kandungan, sehingga akan lebih mudah menjadi kecanduan.

SS: Bagaimana dengan wacana bahwa perokok pasif lebih bahaya dari perokok aktif?
DT : Itu tidak benar karena bagaimanapun perokok aktif tetap menghirup asap rokok 80% dibanding dengan perokok pasif yang hanya 7-8% saja.

SS: Bagaimana kualitas anak yang dihasilkan dari ibu dan bapak perokok?
DT: Pasti kurang berkualitas karena kualitas telur dan sperma yang dihasilkan tidak sebagus dari ibu dan bapak yang tidak merokok. Zatzat berbahaya yang terkandung di dalam rokok berefek pada paru dan pada tingkat tertentu akan mengganggu metabolisme tubuh, sehingga menghambat suplai oksigen ke jaringan tubuh dan menghambat nutrisi yang seharusnya didapat setiap sel tubuh .

SS: Apa saran dokter agar seseorang dapat berhenti merokok?
DT: Lakukan dengan NIAT sungguh-sungguh ingin langsung berhenti merokok atau dengan motivasi yang kuat dan tinggi. Jadi bila ingin berhenti merokok ya berhenti langsung. Tidak ada yang namanya pengurangan dosis. Hal ini berlaku untuk semua hal, baik itu merokok, narkoba atau hal lain. Intinya, dibutuhkan niat dan motivasi yang kuat.

SS: Bagaimana dengan metode mengurangi kecanduan melalui rokok elektrik atau rokok herbal atau buah-buahan?
DT: Tetap saja dalam jenis-jenis rokok tersebut mengandung kadar nikotin. Walau dikurangi, tetap akan berpengaruh sama bila kita tetap mengkonsumsinya. Pembakaran rokok tetap menghasilkan karbon monoksida dan tar yang sama berbahayanya bagi paru. Jadi bila ingin berhenti ya berhenti.

SS: Pertanyaan terakhir, bagaimana bila suami seorang perokok , apa saran Dokter?
DT: Efek bagi perokok pasif tidak seperti perokok aktif. Kalau bisa disarankan untuk tidak merokok di ruangan tertutup seperti kamar, ruangan ber AC atau tempat di mana ada bayi, anak-anak atau ibu hamil. Usahakan untuk merokok di area bebas.

Baca Juga Artikel Lainnya: